8 Kebiasaan Buruk Ini Ternyata Baik Untuk Kesehatan

8 Kebiasaan Buruk Ini Ternyata Baik Untuk Kesehatan

Peneliti dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh menemukan bahwa orang yang segera merespon sesuatu hal yang menjengkelkan (yang bisa menyebabkan stress) dengan kemarahan, mampu menjaga tekanan darah tetap normal dan mensekresi sedikit kortisol (hormon penyebab stress) daripada orang-orang yang merespon dengan rasa takut dan memendam perasaan mereka.

Permasalahannya hanya pada bagaimana seharusnya bereaksi terhadap situasi. Menunjukkan tingkat kemarahan yang proporsional, membantu anda mengembangkan perasaan untuk meningkatkan kontrol dan optimisme. Hal ini tidak terjadi pada perasaan takut atau frustasi, yang justru meningkatkan pengeluaran kortisol. Dimana seringnya stress pada tingkat tertentu bisa menyebabkan penyakit jantung.

Pada penelitian tersebut, psikolog Jennifer Lerner meneliti pada 92 siswa dengan memaksa mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang sangat sulit dan dibawah tekanan. Kemudian peneliti merubah peraturan beberapa kali selama test. Jika jawaban salah, maka tugas harus dikerjakan kembali dari awal, sehingga menyebabkan frustasi.

Kemudian data dicatat, dengan menggunakan kamera video untuk merekam ekspresi wajah siswa, dan peneliti mengidentifikasi tasa takut, kemarahan, dan rasa tidak nyaman. Peneliti juga mencatat tekanan darah, denyut nadi, dan sekresi kortisol.

Hasilnya, siswa-siswa yang wajahnya menunjukkan rasa takut selama test, peningkatan tekanan darah dan sekresi kortisol lebih tinggi dibandingkan dengan siswa-siswa yang marah.

Video Games : Meningkatkan metabolisme

Meskipun dipersalahkan sebagai salah satu penyebab obesitas, bermain video games bisa benar-benar membantu kebugaran dan menurunkan berat badan. Para ilmuwan diUniversity of Miami melakukan penelitian pada 21 anak yang diberikan permainan Tekken 3 (salah satu games pada Sony Playstation).

Pada penelitian tersebut tampak bahwa selama permainan, jantung berdenyut lebih cepat, mereka menggunakan lebih banyak energi dan mulai bernapas lebih cepat. Salah satu peneliti, Dr. Arlette Perry, menyimpulkan bahwa bermain video games bisa memiliki efek positif pada kesehatan. Menurutnya, video games lebih baik daripada hanya duduk menonton televisi.

Mengumpat : Mengurangi rasa sakit

Pada jaman dahulu, operasi yang dilakukan tanpa adanya anestesi, pasien menggigit sebatang kayu untuk mengurangi rasa sakit. Cara ini memang sedikit mengurangi rasa sakit, yang dibuktikan pada penelitian. Namun menurut para peneliti di Keele University, pasien lebih bisa menahan rasa sakit ketika mereka mengumpat atau memaki-maki dari pada menggunakan kata-kata non-ofensif.

Dr. Richard Stephens, seorang dosen psikologi yang menjadi salah satu peneliti, mengatakan bahwa mengumpat berhubungan dengan respon adrenalin. Ditemukan juga pada orang yang sedang mengumpat memiliki detak jantung yang tinggi, sehingga meningkatkan agresifitas mereka. Peningkatan agresifitas telah terbukti mengurangi kepekaan seseorang terhadap rasa sakit.

Dalam penelitian pada 64 mahasiswa yang tangannya direndam dalam bak berisi air es, mereka diperbolehkan untuk mengumpat dengan kata-kata yang ofensif, kemudian tugas diulangi lagi dengan menggunakan kata-kata yang non-ofensif. Ditemukan hasil, bahwa mereka yang mengumpat dengan kata-kata yang ofensif mampu mempertahankan tangan mereka rata-rata 40 detik lebih lama. Ketika ditanya tentang rasa sakit yang dirasakan, mereka juga menilai rasa sakitnya lebih ringan.

Bermalas – malasan : Menambah beberapa tahun kehidupan anda

Ahli Kesehatan Masyarakat, Profesor Peter AXT, mengatakan bahwa seseorang yang bangun pagi-pagi dan menyibukkan diri sepanjang hari adalah awal menuju kematian. Menurutnya, bermalas-malasan adalah kunci untuk hidup lebih lama dan penangkal stress. Dia menyarankan untuk menghabiskan setengah waktu luang kita untuk bermalas-malasan. Penelitian menunjukkan seseorang yang terlalu sibuk, menghabiskan energi yang dibutuhkan untuk keperluan lain seperti regenerasi sel dan menangkal penyakit.

Pada tesisnya, dia membandingkan antara hewan yang hidup di alam liar dengan hewan yang ada di kebun binatang. Misalnya, Singa di Serengeti hanya mampu hidup selama 8 tahun, tetapi mampu hidup selama 20 tahun di kebun binatang.

Beruang Kutub Utara hidup selama 20 tahun di alam liar, tapi mampu hidup 40 tahun di penangkaran. Sedangkan contoh pada manusia yaitu pada para pemimpin agama (Kiai, Pendeta, dll) yang cenderung menjalani kehidupan yang tidak terlalu sibuk dengan urusan duniawi, memiliki rata-rata usia hidup lebih lama.

Manfaat lain adalah bahwa otak kita jauh lebih aktif ketika kita melamun. Melamun biasanya dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti ketidak-aktifan otak. Namun menurut Profesor Psikologi Kalina Christoff di University of British Columbia, otak kita sangat aktif ketika melamun, jauh lebih aktif daripada kita fokus pada tugas-tugas rutin.

Temuan pada penelitian menunjukkan bahwa melamun, yang bisa menghabiskan sepertiga waktu jaga kita, adalah bagian penting dalam kemampuan kognitif disaat kita memilah-milah informasi penting.

Stress : Meningkatkan memory

Stress dalam jangka waktu yang lama seperti perceraian dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Namun stress akut (stress dalam jangka waktu pendek) justru mampu meningkatkan memori otak, menurut para peneliti di University of Buffalo U.S.

Hal ini disebabkan oleh kortisol, mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan proses pembelajaran dan memori otak. Stress akut meningkatkan transmisi glutamat, substansi yang menyampaikan pesan pada otak dan meningkatkan kerja memori otak.

Zhen Yan, Profesor Fisiologi dan Biofisika, menjelaskan bahwa kortisol memiliki efek protektif dan efek destruktif pada tubuh. Itulah mengapa kita butuh stress untuk meningkatkan performa otak, namun jangan berlarut-larut karena akan memberikan efek yang destruktif pada tubuh.

Pada penelitian, dilakukan pada tikus-tikus yang telah dilatih untuk menyelesaikan sebuah labirin. Sebagian dari tikus-tikus tersebut dipaksa untuk berenang selama 20 menit, untuk memberikan stress akut. Kemudian tikus-tikus tersebut diletakkan kedalam sebuah labirin. Para peneliti menemukan bahwa tikus-tikus yang sudah diberi stress akut, lebih sedikit membuat kesalahan ketika berjalan melewati labirin dibandingkan dengan tikus-tikus non-stress.

Menghindari Pekerjaan Rumah Tangga : Mencegah asma anak

Meningkatnya jumlah alergi dan kondisi autoimun (seperti psoriasis) selalu dihubungkan dengan masalah higien dan kebersihan. Tetapi sebenarnya itu bukan masalah utama.

Survey yang dilakukan tahun lalu di Bristol University dan Brunel University menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan produk-produk pembersih rumah tangga selama kehamilan atau segera setelah melahirkan, akan meningkatkan resiko anak terserang penyakit asma.

Penelitian yang dilakukan pada 13.000 anak sebelum lahir, ditemukan bahwa pemaparan bahan-bahan kimia yang terdapat pada produk-produk pembersih terhadap kehidupan awal seorang anak, meningkatkan 41% kemungkinan anak terserang asma pada usia 7 tahun. Karena bahan kimia dalam produk-produk tersebut menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan anak.

Musik Keras : Merangsang otak

Menonton konser musik rock, atau menyalakan musik di rumah dengan volume suara yang keras, mungkin baik untuk kekuatan otak anda. Menurut penelitian di Manchester University, ketika mendengarkan musik, bagian dalam dari telinga (sacculus) dirangsang untuk merespon ketukan dalam musik. Hal ini membuat sensasi kesenangan pada otak dan membuat kita merasa nyaman. Sacculus, yang dianggap tidak memiliki fungsi dalam pendengaran manusia, tampaknya hanya sensitif terhadap suara dengan volume yang sangat keras, di atas 90 desibel.

Neil Todd, seorang ahli dalam studi ilmiah tentang musik, menjelaskan bahwa sacculus berhubungan dengan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur rasa lapar, 5eks, dan hedonistik. Ketika sacculus dirangsang dengan suara musik yang keras, otak merespon dengan melepaskan hormon yang membuat kita merasa tenang, bahagia, dan responsif. Jadi untuk memberikan rasa bahagia pada hari Senin pagi, dengarkan musik keras dengan suara yang keras pula.

Minuman Berkarbonat : Mencegah demensia

Meskipun dianggap sebagai penyebab kerusakan gigi dan obesitas, minuman berkarbonat dua kaleng sehari dapat mencegah Alzheimer dan meningkatkan kemampuan memori sebesar 20%.

Ahli syaraf dari Glasgow Caledonian University, memfokuskan pada otak bagian hippocampus yang bertugas menciptakan memori baru, dimana terjadinya dementiamenghambat kerja hippocampus.
Dr. Leigh Riby melakukan test memori terhadap relawan, setelah mengkonsumsi minuman berkarbonat yang mengandung gula 25 g, mampu mengingat 17% lebih banyak memori daripada yang tanpa mengkonsumsi minuman berkarbonat.

Gelisah : Melawan obesitas

Peneliti dari Mayo Clinic U.S mengatakan bahwa orang yang sering gelisah selalu cenderung tampak lebih langsing daripada orang yang selalu tenang dalam menghadapi permasalahan.

Gerakan-gerakan ringan yang dilakukan secara tidak sadar saat gelisah seperti gerakan kaki, tangan, jantung berdebar, peregangan otot atau menguap, mengeluarkan 350 ekstra kalori per hari.

Ahli Endokrinologi, James Levine, mengatakan ada perbedaan besar jumlah kegelisahan antara orang-orang yang ramping dan orang-orang yang obesitas. Dimana sering temukan kegelisahan pada orang-orang yang ramping.

Jilbab dan hijab bagi wanita Eropa

Jilbab dan hijab bagi wanita Eropa

Ada Klip video yang menunjukkan gambar Ratu Austria dan Hungaria, yaitu Zeta, istri Charz Kaisar Austria dan Hongaria yang sangat mengesankan selama prosesi pemakaman seorang pendahulunya, FranzJoseph pada tahun 1916. Tampak Ratu memegang tangan anaknya Pangeran Otto Muda, yang meninggal juli 2011. Video itu juga menunjukkan gambar menakjubkan dari sejumlah besar putri kerajaan berjalan dibelakangnya yang memakai “CADAR”.Walaupun mungkin ada yang berkilah, kan saat itu sedang berkabung, tapi sesuatu yang takbisa kita ingkari adalah tidak mungkin seseorang memakainya jika takdisukainya, dan bukan tradisi masyarakat. Apalagi ini dipakai oleh para bangsawan ningrat Raja

Seorang wanita menutup wajahnya adalah satu perkara yang diperintahkan Allah di dalam Kitab Suci-Nya dan Sunnah Nabi-Nya serta disepakati (ijma’) oleh kaum Muslimin, secara amaliyah, di hampir semua negara Muslim sampai saat ini. Lihat misalnya gambar di bawah ini.

Ketika Islam memerintahkan jilbab dan hijab, itu bukan karena wajah wanita atau rambutnya buruk yang harus disembunyikan, tetapi Islam telah memerintahkan jilbab dan hijab karena wajah perempuan dan rambutnya itu indah yang dapat memikat hati laki-laki yang melihatnya dan merangsang perasaan 5eksualitasnya yang normal. Maka jilbab disyariatkan untuk melindungi perempuan dari pelecehan 5eksual dan perkosaan laki-laki, dan untuk melindungi orang-orang dari : stimulasi dan induksi perzinaan. Oleh karena itu wanita tua yang sudah udzur tidak diwajibkan berhijab sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Qur’an. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa hijab disyariatkan sebagai pelindung wanita dan laki-laki fasiq.

Allah berfirman:Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS al-Ahzab: 59)

Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Sebagaimana al-Quran juga menunjukkan bahwa hijab itu dapat meredam faktor-faktor fitnah:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah Amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS al-Ahzab: 53)

Maksudnya, pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu Makan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk Makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

Mengingat sangat pentingnya jilbab, maka legislasinya tidak hanya untuk muslim, tetapi Allah mensyariatkannya untuk kita dan orang-orang sebelum kita, demi melindungi perempuan itu sendiri dan melindungi masyarakat pada umumnya. Bahkan banyak perempuan di Eropa dan tempat lain sampai beberapa saat lalu mengenakan hijab, terutama di tempat-tempat dan acara keagamaan. Dengan demikian sangat tepat jika ada orang yang mengatakan: “the veil means preserve beauty, modesty, self esteem.” (jilbab berarti melestarikan keindahan, kesopanan, harga diri)

Ratu Zita meninggal pada tahun 1989 (yaitu, dua puluh satu tahun lalu) dan ini gambar sebuah konvoi pemakamannya, muncul dalam gambar putranya Otto dan istrinya. Perhatikan pakaian istri Otto yang menutup wajah, tapi gaunnya pendek, tidak seperti dulu sebagaimana perempuan di generasi sebelumnya (sebelum 75 tahun lalu). ini menunjukkan tahapan dalam hilangnya hijab di kalangan orang Kristen.

Prosesi pemakaman Pangeran Otto von Habsburg, juli 2011 kita lihat sekulerisme telah berhasil merubah banyak orang di eropa untuk meninggalkan budaya luhur dari nenek moyangnya.

Jadi ingat kalimat yang diucapkan Ust. Fadzlan Garamatan, da’i “sabun” dari Nuu Waar (baca: papua) sewaktu cermah di masjid kampus UGM di Yogyakarta “kasiaann.. dech! wanita2 modern di kota2 besar pulau Jawa baru mulai belajar ‘telanjang’ dg pakaian yg minim, kami sudah pengalaman bertahun2 dan baru mulai belajar berpakaian yg lebih bermartabat”

Kita ketahui banyak saudara-saudara setanah air, di papua yang masih banyak yang tak tersentuh perkembangan peradaban dunia/manusia. Dengan memakai koteka, dan penutup badan ala kadarnya, nah berkat dakwah beliau mereka senang sekali bisa mandi dengan sabun, Memakai baju dsb. Anehnya dikota-kota besar, orang2 yang mengaku modern malah belajar telanjang, memakai rok mini, pakaian setengah jadi, pakaian full press body, berpakaian tapi hakekatnya telanjang…???

Setelah serangan kejahatan sekulerisme menghantam Eropa untuk menghapus banyak penampilan dan legislasi Kristen, yang baik maupun yang buruk diantaranya adalah gaun yang sopan, dan hampir tidak meninggalkan apapun kecuali sesuatu yang sangat minim seperti pakaian para biarawati dan pakaian pernikahan di gereja. Dan logika kita ketahui hanya orang-orang shalih dan komitmen dengan agamanya yang masih bertahan mengenakan jilbab

Bahkan muncul wacana di Prancis untuk mewajibkan pajak bagi yang berjilbab!

Seperti yang terjadi minggu lalu,Setelah sejak april lalu pemerintah perancis melarang pemakaian cadar/burqa ditempat umum, pengadilan telah menjatuhkan denda kepada seorang wanita Muslim, Ahmas Hind,€ 120 Euro ($ 164) karena mengenakan cadar wajah penuh di depan umum, Walaupun secara financial, denda tersebut takada artinya, karena pengusaha muslim Prancis Rachid Nekkaz telah berjanji untuk membayar semua denda yang dikenakan pada pemakai burqa di bawah larangan tersebut dengan menyediakan sebagian kekayaannya sebanyak 1 juta Euro.

Tapi Ini adalah ironi, dimana Negara berslogan “Liberté, égalité, fraternité” (liberty, equality, fraternity (brotherhood)), dan selalu gegap gempita meneriakkan HAM. Sedang di negaranya sendiri, penduduknya tidak bisa bebas mengekspresikan keyakinan agama mereka. Selain perancis, negara2 Eropa lain yang juga melarang pemakain cadar/burqa adalah Netherland, Belgia, Denmark, dan Italy.

Maka berbahagialah anda wanita-wanita muslimah di indonesia, hidup di negeri Islam bisa bebas, tanpa hambatan yang berarti menjalankan komitmen kita sebagai muslim, yang tunduk, patuh dan menerima setiap yang disyariatkannya. Sungguh salahsatu tanda dekadensi moral suatu bangsa bisa dilihat dari pakaian apa yang mayoritas dipakai di masyarakat. So Apakah anda termasuk tanda-tanda kerusakan moral dan akhir zaman tersebut..??

Placebo Efek Kekuatan Sugesti Alami Makhluk Hidup

Placebo Efek Kekuatan Sugesti Alami Makhluk Hidup

Placebo adalah istilah medis untuk terapi baik dalam bentuk obat-obatan maupun prosedur-prosedur medis yang tidak memiliki bukti kegunaan bagi kesembuhan pasien. Placebo bukanlah obat palsu, tetapi obat atau tindakan medis yang “dipalsukan” oleh dokter yang diyakini memiliki dampak positif bagi pasien. Efek placebo menunjukkan bahwa kekuatan pikiran adalah faktor terpenting dalam fungsi tubuh manusia. Karena dengan kemampuan untuk menciptakan atau menghapuskan gejala dengan seketika, efek obat sebenarnya dapat digantikan oleh hanya dengan kekuatan keyakinan.

Profesor Tony Dickenson melakukan suatu percobaan dengan memberikan kejutan listrik terhadap 6 orang mahasiswa. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yang akan diberi 2 macam obat, yaitu obat pengurang rasa sakit dan obat penambah rasa sakit. Dengan level sengatan listrik yang sama, kelompok yang memakan obat penambah rasa sakit merasakan rasa sakit lebih dari sebelum mereka memakan obat. Sedangkan kelompok yang memakan obat pengurang rasa sakit dapat menahan rasa sakit lebih lama dan merasa bahwa sengatan listrik berkurang.

Tapi tahukah anda, bahwa ternyata mereka sama sekali tidak diberikan obat pengurang rasa sakit atau pun obat penambah rasa sakit. Kedua obat tersebut sebenarnya sama, yaitu hanyalah tepung dan gula yang diberi pewarna berbeda. Itulah yang disebut efek placebo. Lantas apa yang membuat mereka merasa lebih sakit atau berkurang sakitnya? Pikiran mereka lah yang membuat obat placebo tersebut bekerja seperti obat sesungguhnya.

Selain contoh di atas, banyak sekali contoh yang ditemukan di sepanjang sejarah hingga saat ini yang mendokumentasikan kekuatan pikiran untuk penyembuhan. Percobaan placebo kali pertama dilakukan pada 1801. John Haygarth, seorang dokter abad ke-18 asal Inggris, menyatakan bahwa eksperimen tersebut dengan jelas membuktikan efek yang amat luar biasa dari suatu harapan dan keyakinan, antusiasme hanya berdasarkan imajinasi, dapat dilakukan pada suatu penyakit.

Di penghujung 1950-an, saat itu ada keyakinan bila pembedahan untuk mengikat arteri kelenjar susu dapat meredakan penyakit jantung. Untuk menguji efek placebo, beberapa pasien mengalami pembedahan lengkap sedang lainnya hanya menerima irisan di kulit, namun tidak dilakukan pembedahan lebih lanjut. Pada kedua percobaan, tingkat penyembuhannya sama. Pembedahan semacam ini pun lantas ditinggalkan.

Studi pada 1968 pada Pengobatan Psikosomatik menguraikan bagaimana suatu kesan dapat mempengaruhi serangan asma. Peneliti meminta pasien untuk menghisap substansi tanpa label yang diberitahukan pada mereka jika substansi tersebut akan mengganggu asma mereka untuk sementara. Ketika pasien menghisapnya, banyak yang mengalami serangan asma. Mereka mulai mendesah, kesulitan bernafas, dan terengah-engah meskipun substansi yang mereka hisap adalah larutan garam yang tidak berbahaya. Kemudian, peneliti memberi pasien tersebut “penawar racun” yang dibuat dari larutan garam yang sama persis, dan menyaksikan bila napas yang mendesah dan berat telah berhenti.

Pada 1983 wawancara dengan Bapak Terapi Tertawa, Normandia Cousins, membahas artikel di halaman depan LA Times tentang permainan sepak bola SMU di mana empat orang menerima makanan yang mengandung racun. Dokter yang menangani kasus ini tidak tahu dengan pasti penyebabnya, sehingga mengeluarkan pernyataan umum untuk menghindari mesin penjual soft drink. Saat pengumuman ini dibuat, 191 orang menjadi sangat sakit, dan pergi ke rumah sakit setelah mereka meminum soft drink dari mesin penjual otomatis.

Suatu studi di Sekolah Kedokteran Baylor, yang diterbitkan pada 2002 di Jurnal Kedokteran Inggris mengevaluasi tindakan pembedahan pada pasien penderita sakit lutut yang parah. Ketua tim penulis Dr. Bruce Moseley, mengetahui bila pembedahan lutut akan dapat membantu pasiennya. Semua ahli bedah mengetahui tidak ada efek placebo pada pembedahan. Tetapi Moseley mencoba untuk memahami bagian mana dari tindakan pembedahan yang meringankan pasiennya.

Para pasien dibagi menjadi tiga kelompok. Pada kelompok pertama, Moseley mengangkat tulang rawan yang rusak di lutut. Pada kelompok lain, dia membersihkan sendi lutut, menyingkirkan material yang dianggap menyebabkan efek peradangan. Kedua perawatan standar ini biasanya diberikan pada penderita encok lutut. Kelompok ketiga menjalani bedah pura-pura sebagai kontrol untuk membandingkan hasil pembedahan lainnya. Ketiga kelompok mendapatkan perawatan paska operasi yang sama, termasuk program pelatihan. Namun hasilnya sungguh mengejutkan. Kelompok yang menjalani tindakan pembedahan, seperti yang diharapkan, membaik. Tetapi kelompok yang mendapatkan pembedahan Placebo juga membaik seperti dua kelompok lainnya.

Program acara televisi secara nyata menggambarkan hasil yang mengundang perhatian. Acara tersebut menunjukkan anggota kelompok placebo sedang berjalan dan bermain basket, ketika melakukan hal-hal tersebut mereka menyampaikan tidak dapat melakukannya sebelum dilakukan tindakan pembedahan. Pasien dalam kelompok Placebo tidak mengetahui bila selama dua tahun mereka telah mendapat pembedahan pura-pura. Satu anggota kelompok Placebo, Tim Perez, yang berjalan dengan bantuan rotan sebelum pembedahan, kini mampu bermain basket dengan cucunya.

Placebo Tetap Bekerja Sekali pun Tanpa Kebohongan

Pasien yang dirawat dengan placebo biasanya akan dibohongi bahwa obat atau tindakan medis yang diberikan akan memberikan efek tertentu. Para peneliti dari Osher Research Center Harvard Medical School dan Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) telah menemukan bahwa placebo juga bekerja sekalipun bila diberikan tanpa kebohongan yang diperlukan.

Banyak dokter Amerika (salah satu studi memperkirakan sekitar 50 persen) diam-diam memberikan placebo kepada pasiennya yang tidak curiga. Karena kebohongan secara etis dipertanyakan, profesor asosiasi pengobatan Harvard Medical School, Ted Kaptchuk, bekerja sama dengan rekan-rekannya di BIDMC untuk menyelidiki apakah kekuatan placebo bisa pula dimanfaatkan secara jujur.

Untuk melakukannya, 80 pasien yang menderita irritable bowel syndrome (IBS) dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok, kontrol, sengaja tidak menerima pengobatan, sementara kelompok lain menerima placebo yang secara jujur dijelaskan sebagai pil gula. Pil itu benar-benar tidak memiliki bahan aktif dan hanyalah terbuat dari zat-zat inert, selain itu juga dicetak label placebo pada botolnya. Pil ini diperintahkan untuk diminum dua kali sehari.

Untuk periode tiga-minggu, para pasien dimonitor. Pada akhir percobaan, pasien yang dirawat dengan placebo banyak yang melaporkan adanya pemulihan, berjumlah hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol (59 persen berbanding 35 persen). Selain itu, pada ukuran hasil lainnya, pasien yang memakai placebo mengalami peningkatan perbaikan dua kali lipat untuk hitungan kasar yang setara dengan efek dari obat IBS yang paling kuat.

Sugesti Bahkan Berlaku Juga di Dunia Binatang

Suatu percobaan yang dilakukan terhadap seekor belalang yang dimasukkan ke dalam kotak kaca. Awalnya belalang tersebut bisa melompat sampai 50 cm. Kemudian dipasang pembatas kaca setinggi 25 cm, sehingga setiap kali belalang melompat, kepalanya akan terbentur kaca pembatas. Seminggu kemudian, pembatas itu diambil. Namun belalang tersebut tetap melompat tepat setinggi 25 cm.

Efek Placebo dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dari cerita-cerita di atas anda semua pasti sudah paham tentang efek placebo dalam dunia medis. Namun, ternyata efek placebo tidak hanya dipakai dalam dunia medis saja. Dan tanpa kita sadari, dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali hal-hal yang bersifat placebo disekitar kita.

Mungkin anda pernah tahu bahwa ada tombol penyebrangan di setiap lampu merah. Namun ternyata, 97% tombol itu adalah tombol palsu dan sama sekali tidak memiliki fungsi. Bahkan menurut laporan ABC News, hanya ada satu tombol yang benar-benar berfungsi di Austin, Texas, Gainsville, dan New York.

Yang tidak kalah mengejutkan ternyata 72% dari tombol yang terdapat di dalam gedung-gedung perkantoran adalah tombol palsu. Diantaranya adalah tombol AC, tombol untuk menutup pintu lift dan berbagai tombol lainnya. Tombol Placebo disini memiliki fungsi agar orang yang mengunakannya merasa memiliki kendali walaupun sebenarnya tidak. Hal ini akan menenangkan orang tersebut dari agresivitas karena merasa telah berbuat sesuatu.

Placebo efek memiliki sejarah panjang dalam kehidupan manusia, bahkan sejak dari masa-masa purba. Dukun-dukun sudah mengenalnya terlebih dahulu, dan melakukan hal itu. Mereka menari untuk mendatangkan hujan, memotong kambing agar mathari bersinar, dan pada masa sekarang menekan tombol agar lift menutup, atau memutar tombol AC di kantor agar ac lebih dingin. Otak kita, tidak menyukai hal-hal acak, dan tanpa sadar kita selalu mengaitkan segala sesuatu dengan sebab-akibat. Dalam hal di atas, sebab akibat yang berlaku adalah sebab saya menekan tombol, maka akan berakibat lift menutup.